Septiyadi, Hayat (2026) ADAPTASI SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP PERUBAHAN LINGKUNGAN AKIBAT PETERNAKAN UNGGAS DI DESA KRAMAT KABUPATEN PURBALINGGA. S1 thesis, UNU PURWOKERTO.
cover hayat.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (163kB)
pengesahan hayat.pdf
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (376kB) | Request a copy
abstrak hayat.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (246kB)
bab 1 hayat.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (183kB)
bab 2 hayat.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (223kB)
bab 3 hayat.pdf
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (185kB) | Request a copy
bab 4 hayat.pdf
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (191kB) | Request a copy
bab 5 hayat.pdf
Download (87kB)
dapus-lampiran hayat.pdf
Download (374kB)
skripsi full (1).pdf
Download (2MB)
Abstract
Peternakan unggas berperan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dan
menyediakan protein hewani. Keberadaan peternakan unggas di dekat permukiman
juga menimbulkan dampak lingkungan, seperti bau amonia, meningkatnya lalat,
dan menurunnya kualitas lingkungan yang mendorong masyarakat beradaptasi.
Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan lingkungan akibat peternakan
unggas, bentuk adaptasi sosial masyarakat, serta peran modal sosial dan
kelembagaan lokal di Desa Kramat, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten
Purbalingga.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus. Sampel dipilih secara purposive sebanyak 50 responden sesuai kriteria
penelitian. Data diperoleh melalui angket, wawancara mendalam, observasi, dan
dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman,
dan Saldaña melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan,
sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas peternakan unggas
menimbulkan bau amonia, peningkatan populasi lalat, penurunan kualitas air, serta
kekhawatiran masyarakat terhadap kesehatan dan kenyamanan. Adaptasi
masyarakat terutama bersifat pasif, seperti menutup pintu dan jendela,
menggunakan perangkap lalat, dan insektisida. Adaptasi kolektif dilakukan melalui
musyawarah antara masyarakat, pemerintah desa, dan pengelola peternakan, meski
masih terbatas. Modal sosial dan kelembagaan lokal berperan menjaga komunikasi,
memediasi masalah, dan mencegah konflik terbuka. Penelitian ini menyimpulkan
perlunya penguatan kerja sama untuk meningkatkan adaptasi sosial dan
pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
| Item Type: | Skripsi (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Adaptasi Sosial, Perubahan Lingkungan, Peternakan Unggas, Modal Sosial, Kelembagaan Lokal. |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Peternakan |
| Depositing User: | Hayat Septiyadi |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 10:46 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 10:46 |
| URI: | http://repository.unupurwokerto.ac.id/id/eprint/1099 |
