Mohamad Alfi, Faizun (2024) RUISLAG DALAM UNDANG UNDANG WAKAF MENURUT PANDANGAN HUKUM FIKIH. S1 thesis, UNU PURWOKERTO.
Skripsi_Lengkap_M. Alfi Faizun_HK SYARIAH_20200212037 - Mohamad Alfi Faizun.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only until 2 July 2029.
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (3MB)
Abstract
Penukaran harta benda wakaf, dan dalam istilah hukum fikih disebut
istibdāl, diperselisihkan keabsahannya dalam pandangan hukum fikih. Undang-
Undang Wakaf di Indonesia memberikan celah diperbolehkannya merubah status
harta benda wakaf (istibdāl) dalam bentuk ruislag (tukar ganti) tanah wakaf dengan
persyaratan tertentu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui
implementasi istibdāl (ruislag) di dalam Undang-Undang Wakaf, dan 2) untuk
mengetahui istibdāl (ruislag) dalam Undang-Undang Wakaf menurut hukum fikih,
sehingga dapat diketahui hukum fikih tentang istibdāl wakaf yang diadopsi oleh
perundangan-undangan wakaf di Indonesia.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), jenis
penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan penelitian yuridis
normatif , dan menggunakan teknik analisis data content analysis (analisis isi). Data
yang diperoleh pada dasarnya merupakan data yang dianalisis secara kualitatif
deskriptif , yaitu data yang terkumpul dituangkan dalam bentuk uraian kata/bahasa
yang logis dan penggambaran yang sistematis yang menghubungkan hukum
normatif yang ada dengan berbagai peraturan perundangan yang berlaku.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi istibdāl (ruislag)
dalam perundang-undangan di Indonesia adalah pertimbangan asas kemanfaatan
dan kemaslahatan harta benda wakaf. Pelaksanaan penukaran harta benda wakaf
hanya dapat dilakukan setelah memperoleh izin tertulis dari Menteri Agama atas
persetujuan dari Badan Wakaf Indonesia. Badan Wakaf Indonesia berwenang untuk
melakukan evaluasi aspek administratif, aspek produktif, serta aspek legal dan
fikih. 2) Aturan dan ketentuan istibdāl (ruislag) dalam Undang-Undang Wakaf
menurut hukum fikih adalah mengadopsi dari hukum fikih mazhab Hanafi dan
mazhab Hambali tentang masalah istibdāl wakaf yang diperselisihkan di kalangan
ulama fikih empat mazhab. Dan juga mengadopsi dari hukum fikih tentang masalah
yang tidak diperselisihkan oleh ulama fikih dalam bidang perwakafan secara
umum.
| Item Type: | Skripsi (S1) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Fakultas Sosial, Ekonomi, dan Humaniora > Hukum Syari'ah |
| Depositing User: | UNU Purwokerto |
| Date Deposited: | 10 Jun 2026 11:53 |
| Last Modified: | 10 Jun 2026 11:53 |
| URI: | http://repository.unupurwokerto.ac.id/id/eprint/38 |
