Ngaisah, Ani and Nadiroh, Nasikhotun and Jannah, Fina Raudlatul (2026) PERAN GURU DAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK KELAS III DI SD NEGERI PANAMBANGAN. JURNAL GURU KITA PPGSD FIP UNIMED, 10 (2). ISSN 2549-1288
1 Non Skripsi_Cover_Ani Ngaisah_PGMI_20220316011.pdf
Download (489kB)
3 Non Skripsi_Ringkasan_Ani Ngaisah_PGMI_20220316011.pdf
Download (617kB)
4 Non Skripsi_Bab 1_Ani Ngaisah_PGMI_20220316011.pdf
Download (646kB)
5 Non Skripsi_Bab 2_Ani Ngaisah_PGMI_20220316011.pdf
Download (714kB)
6 Non Skripsi_Bab 3_Ani Ngaisah_PGMI_20220316011.pdf
Download (698kB)
7 Non Skripsi_Bab 4_Ani Ngaisah_PGMI_20220316011.pdf
Download (906kB)
8 Non Skripsi_Bab 5_Ani Ngaisah_PGMI_20220316011.pdf
Download (502kB)
9 Non Skripsi_Dapus+Lamp_Ani Ngaisah_PGMI_20220316011.pdf
Download (1MB)
0 Non Skripsi_Lengkap_Ani Ngaisah_PGMI_20220316011.pdf
Download (4MB)
2 Non Skripsi_Lemsah_Ani Ngaisah_PGMI_20220316011.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dan orang tua
dalam mengembangkan kecerdasan emosional peserta didik kelas III di SD Negeri
1 Panambangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
subjek guru, orang tua, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan
Huberman. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya peserta didik
yang mengalami kesulitan dalam mengelola emosi, seperti mudah marah dan
kurang percaya diri. Selain itu, kajian sebelumnya lebih banyak membahas peran
guru atau orang tua secara terpisah, sehingga belum mengkaji secara mendalam
sinergi keduanya dalam konteks sekolah dasar. Oleh karena itu, penelitian ini
penting untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kerja sama guru dan
orang tua dalam pengembangan kecerdasan emosional. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing,
teladan, motivator, dan mediator dalam membantu peserta didik mengenali,
mengelola, dan mengekspresikan emosi secara positif. Guru juga menanamkan nilai
empati, disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab melalui kegiatan pembelajaran
maupun interaksi sehari-hari di sekolah. Sementara itu, orang tua berperan sebagai
pendidik pertama dalam membentuk kecerdasan emosional anak melalui pemberian
kasih sayang, perhatian, motivasi, pembiasaan disiplin, serta komunikasi yang baik
di lingkungan keluarga. Bentuk kerja sama antara guru dan orang tua dilakukan
melalui komunikasi langsung, pertemuan wali murid, dan grup WhatsApp kelas.
Faktor pendukung pengembangan kecerdasan emosional meliputi sikap guru yang
sabar, lingkungan sekolah yang kondusif, serta komunikasi yang baik antara guru
dan orang tua. Adapun faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu orang tua,
kurangnya pemahaman tentang kecerdasan emosional, dan fokus pembelajaran
yang masih dominan pada aspek akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
sinergi antara guru dan orang tua sangat penting dalam mengembangkan
kecerdasan emosional peserta didik secara optimal.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kecerdasan Emosional, Peran Guru, Peran Orang Tua, Kolaborasi Pendidikan, Pendidikan Dasar |
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education |
| Divisions: | Fakultas Agama Islam > Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah |
| Depositing User: | Ani Ngaisah |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 09:42 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 09:42 |
| URI: | http://repository.unupurwokerto.ac.id/id/eprint/592 |
