SETYANI, DWI SAPUTRI (2026) METODE GURU DALAM MENGINTERNALISASIKAN NILAI-NILAI MORAL ANALISIS THOMAS LICKONA DI MI DARUSSALAM BONGAS. S1 thesis, UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA PURWOKERTO.
COVER..pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (255kB)
Abstrak .pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (172kB)
BAB I Dwi Saputri.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (211kB)
BAB 2.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (494kB)
bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (176kB) | Request a copy
BAB 5.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (150kB)
bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (108kB) | Request a copy
DAPUS-Lmapiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (782kB) | Request a copy
LEMBAR PENGESAHAN-DAFTAR ISI.pdf
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (535kB) | Request a copy
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Fenomena kemrosotan moral dalam dunia pendidikan saat ini menjadi perhatian serius, hal tersebut dapat diamati melalui maraknya prilaku menyimpang dikalangan peserta didik, seperti bullying, mencuri, tidak sopan kepada guru dan banyak hal lainnya, kondisi ini menunjukan adanya persoalan mendasar dalam pembentukan moral siswa yang belum tertangani secara optimal salah satu faktor yang melatarbelakanginya adalah kurangmya penekanan pada Pendidikan moral dilingkungan sekolah sehingga nilai-nilai moral tidak tertanam secara kuat dalam peserta didik. guru berperan penting sebagai teladan dalam menunjukan sikap jujur, displin dan tanggung jawab sehingga peserta didik memiliki contoh Tindakan nyata dalam berprilaku, sinergi antara pihak sekolah dan orang tua menjadi elemen yang sangat penting agar internalisasi nilai moral berlangsung secra konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja metode untuk menginternalisasikan nilai-nilai moral yang meliputi aspek moral knowing, moral feeling, dan moral action berdasarkan perspektif Thomas likcona yang diterapkan di MI Darussalam Bongas, yang berlokasi di kabupaten Pemalang kecamatan Watukumpul desa bongas dusun Siranti.
Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini Adalah penelitian lapanagan (field research), yaitu penelitian yang dilaksanakan secara langsung ditempat atau objek yang menjadi focus kajian guna memperoleh data yang bersifat faktual sesuai dengan kondisi nyata dilapangan. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena bertujuan untuk memahami secra mendalah proses yang dilakukan guru dalam menginternalisasikan nilai moral kepada peserta didik.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi yang diterapkan guru dalam proses internalisasi nilai-nilai moral di MI Darussalam Bongas memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap pembentukan karakter pesera didik, temuan tersebut sejalan dengan gagasan Thomas Lickona yang menekankan urgensi pendidikan moral melalui pembiasaan, keteladanan serta penguatan nilai yang dilakukan secara konsisten. Dalam implementasinya guru tidak hanya berfokus pada penyampaian materi dalam ranah kognitif tetapi juga mengintegrasikan berbagai metode seperti keteladanan, pembiasaan serta pemberian nasihat dan penguatan nilai moral dalam aktivitas sehari-hari dilingkungan sekolah. Peserta didik memandang guru sebagai figur yang patut dicontoh sehingga nilai-nilai seperti kejujuran, displin, toleransi, kebijaksanaan, tolong menolong, kepedulian, keadilan, kebranian dan demokratis dapat terinternalisasi secara alami melalui proses observasi dan keteladanan, proses tersebut menunjukan keberhasilan internalisasi nilai moral dimana peserta didik tidak hanya memahami nilai secara konseptual tetapi juga menghayati dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan guru berperan dalam menumbuhkan moral yang sesuai dengan tujuan Pendidikan moral menurut Thomas Lickona yaitu terbentuknya individu yang memiliki moral knowing, moral feeling dan moral action.
| Item Type: | Skripsi (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Metode guru, internalisasi nilai moral, pendidikan moral. |
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education |
| Divisions: | Fakultas Agama Islam > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Dwi Saputri Styani |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 11:31 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 11:31 |
| URI: | http://repository.unupurwokerto.ac.id/id/eprint/781 |
