Rochimah, Mei (2025) VEGETASI MANGROVE DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK DI KAWASAN EKOSISTEM ESENSIAL (KEE) KALI IJO KEBUMEN. S1 thesis, UNU PURWOKERTO.
SKRIPSI MEI ROCHIMAH_COVER - Meiii_752.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only until 2030.
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (725kB)
MEI ROCHIMAH_BAB I - Meiii_752.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (362kB)
MEI ROCHIMAH_BAB II - Meiii_752.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (865kB)
MEI ROCHIMAH_BAB III - Meiii_752.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only until 2030.
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (771kB)
MEI ROCHIMAH_BAB IV - Meiii_752.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only until 2030.
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (1MB)
MEI ROCHIMAH_BAB V - Meiii_752.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (253kB)
MEI ROCHIMAH_DAPUS-LAMPIRAN - Meiii_752.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (753kB)
Abstract
Vegetasi mangrove merupakan salah satu komunitas lahan basah yang khas
dan unik, yang terdapat pada daerah pesisir pantai. Mangrove tidak hanya memiliki
spesifik tipe habitat (lumpur berpasir), tetapi juga membentuk zona habitat yang
dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Kawasan mangrove merupakan sumber daya
alam yang sangat potensial, selain memiliki nilai ekologis, juga nilai ekonomis yang
tinggi. Secara ekologis vegetasi mangrove berfungsi sebagai perlindungan terhadap
wilayah pesisir dan pantai dari ancaman sedimentasi, abrasi, dan intrusi air laut.
Sedangkan secara ekonomis, merupakan sumber mata pencaharian masyarakat yang
berprofesi sebagai nelayan, tidak hanya masyarakat sekitar, pemerintah juga
memanfaatkan hutan mangrove sebagai tempat wisata alam dan juga sebagai tempat
wisata edukasi. Pemanfaatan hutan mangrove menyebabkan acaman berupa limbah
plastik yang masuk kawasan mangrove. Plastik yang terjebak oleh akar mangrove
kemudian terdegradasi menjadi mikroplastik yang berukuran kurang dari 5 mm,
sumber mikroplastik dikelompokkan menjadi dua, yaitu primer dan sekunder.
Mikroplastik primer berasal dari produk-produk pembersih dan kecantikan, bubuk
resin, dan umpan produksi plastik. Sedangkan mikroplastik sekunder berasal dari
degradasi plastik yang lebih kecil setelah melalui proses fotodegradasi di
lingkungan laut dan proses pelapukan limbah lainnya seperti kantong plastik yang
dibuang.
Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan
sebanyak tiga kali pengulangan. Sedangkan metode pengambilan sampel secara
purposive sampling. Stasiun penelitian dipilih berdasarkan perbedaan kondisi.
Berdasarkan identifikasi sampel ditemukan enam jenis mangrove dengan nilai
kerapatan kisaran (50-12.000 ind/ha), frekuensi (0,1-0,3%), dominansi (0-0,61), dan
INP (300). Berdasarkan hasil identifikasi sampel sedimen ditemukan dua jenis
mikroplastik yaitu mikroplastik jenis fiber dan fragmen.
| Item Type: | Skripsi (S1) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi |
| Depositing User: | UNU Purwokerto |
| Date Deposited: | 04 Feb 2026 10:30 |
| Last Modified: | 04 Feb 2026 10:30 |
| URI: | http://repository.unupurwokerto.ac.id/id/eprint/121 |
